Tak cukup hanya sekadar premis yang 'cantik'...
2015-#1
Judul: Voice
Pengarang: Ghyna Amanda Putri
Kover: Eduard Iwan Mangopang
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 192 hlm
Harga: Rp40.000 (beli di Gramedia Plaza Semanggi)
Rilis: 2014
ISBN: 9786020309477
Rating: 2,5 out of 5 star
Harus saya bilang bahwa sinopsis di sampul belakang novel inilah yang membuat saya sangat bersemangat untuk segera mencicipi naskah kesekian hasil racikan Ghyna Amanda ini. Well, ini menjadi buku Ghyna pertama sekaligus novel berlini Young Adult by GPU pertama yang saya baca. Kalau tak salah, saya sempat mengintip-baca Heartsease yang saya beli secara impulsif dalam suatu pesta buku dengan diskon besar-besaran, dan jujur saja saya belum begitu menikmati gaya menulis Ghyna.
Setelah berkali-kali terjebak dilema beli-enggak-beli-enggak, akhirnya Voice terbeli juga dan langsung saya baca. Hmm, overall tidak sebagus yang saya harapkan, tapi saya bisa merasai gaya menulis Ghyna sebenarnya asyik banget. Rajutan plotnya luwes meski kelewat simpel. Memang tak lantas saya menyebut diri sebagai pencinta drama atau konflik, tapi menurut saya konflik utama di Voice ini masih nanggung alias kurang tergali secara optimal.
2015-#1
“... ada yang bisa kami bantu?” “Nggg... gini, Mas...”
Dipanggil “Mas” lagi? Kalau bukan “Mas” ya “Om”, paling bagus “Bapak”. Serbasalah memang kalau punya suara kelewat ganteng. Tiap kali menerima telepon, Kirana pasti dikira laki-laki, padahal dia jelas cewek tulen.
Walau kadang membuat orang salah mengira, suara itu pula yang membawa Kirana memasuki industri yang tak pernah dibayangkannya: menjadi voice actor dan mengisi suara untuk karakter utama lelaki dalam cerita animasi. Entah ini termasuk kesempatan emas atau malah malapetaka, karena kemudian Kirana harus berpasangan dengan seorang cowok yang punya suara lembut dan bening bernama Akira.
Memang, Kirana dan Akira awalnya selalu berdebat, tapi akhirnya mereka bisa juga bersama-sama menyingkirkan batu sandungan dan menjadi voice actor yang dapat menghidupkan karakter dalam layar, walau dengan suara yang tertukar; Kirana dengan suara gantengnya, dan Akira dengan suara lembutnya.
Judul: Voice
Pengarang: Ghyna Amanda Putri
Kover: Eduard Iwan Mangopang
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 192 hlm
Harga: Rp40.000 (beli di Gramedia Plaza Semanggi)
Rilis: 2014
ISBN: 9786020309477
Rating: 2,5 out of 5 star
Harus saya bilang bahwa sinopsis di sampul belakang novel inilah yang membuat saya sangat bersemangat untuk segera mencicipi naskah kesekian hasil racikan Ghyna Amanda ini. Well, ini menjadi buku Ghyna pertama sekaligus novel berlini Young Adult by GPU pertama yang saya baca. Kalau tak salah, saya sempat mengintip-baca Heartsease yang saya beli secara impulsif dalam suatu pesta buku dengan diskon besar-besaran, dan jujur saja saya belum begitu menikmati gaya menulis Ghyna.
Setelah berkali-kali terjebak dilema beli-enggak-beli-enggak, akhirnya Voice terbeli juga dan langsung saya baca. Hmm, overall tidak sebagus yang saya harapkan, tapi saya bisa merasai gaya menulis Ghyna sebenarnya asyik banget. Rajutan plotnya luwes meski kelewat simpel. Memang tak lantas saya menyebut diri sebagai pencinta drama atau konflik, tapi menurut saya konflik utama di Voice ini masih nanggung alias kurang tergali secara optimal.
