Showing posts with label Indah Hanaco. Show all posts
Showing posts with label Indah Hanaco. Show all posts

Saturday, June 1, 2013

[Author of The Month] Indah Hanaco

Author of the Month (AotM)

Hmm, saya nih serba angin-anginan. Dulu, pengin banget bikin rubrik Author of the Month (AotM) ini bisa di-posting secara rutin. Nyatanya, saya sendiri kesulitan mengatur waktu, meminta kesediaan penulis-penulis kece untuk bisa di-interview, dan menyediakan waktu seluang-luangnya membaca karya-karya mereka. Jadinya, rubrik ini masih mentok. Dan, baru menghadirkan satu feature saja, yaitu mengundang mbak Rina Suryakusuma (Lukisan Keempat, Lullaby, Jejak Kenangan, Postcard from Neverland) yang menjadi AotM tahun lalu.


Bulan Juni ini, saya menghidupkan kembali rubrik ini setelah secara sengaja menyelipkan beberapa pertanyaan kepada penulis yang jadi feature bulan ini yaitu Indah Hanaco, ketika menyusun artikel WOW-moment perdana beberapa waktu lalu. Sederet pertanyaan seputar keseharian dan dunia kepenulisan yang ditekuninya, saya tanyakan, dan siap saya tuliskan dalam artikel AotM selama bulan Juni 2013 ini. So, dengan bangga saya persembahkan Indah Hanaco sebagai Author of the Month Juni 2013.

Friday, May 24, 2013

[WOW-moment] Produktif Atau Kejar Setoran?

WOW-moment adalah satu waktu ketika saya mendapati hal-hal yang menurut saya fenomenal yang membuat mulut saya ternganga takjub dan berkali-kali membisikkan kata WOW, baik secara langsung maupun sekadar dalam hati.

Saya sudah mengalami WOW-moment yang satu ini sejak lama. Well, tidak lama-lama juga sih. Yang paling saya ingat adalah ketika tetiba nama Damien Dematra menyeruak di banyak sampul buku yang bertebaran di rak buku new arrival di toko buku. Ketika pengarang lain sepertinya butuh waktu lama untuk bisa menampakkan namanya di sampul buku terbaru, Damien Dematra hanya butuh ‘sekejap’ saja untuk bisa punya buku baru lagi. Oh, ini hanya ibarat saja karena saat booming Damien Dematra saya hanya ter-WOW dan tak sempat melakukan pengamatan yang lebih mendetail.

Contoh lain yang saya dapatkan lebih banyak diisi nama-nama pengarang baru dari penerbit yang ‘kedengarannya’ juga masih baru. Meskipun, si pengarang ini tampaknya juga punya satu-dua buku yang diterbitkan oleh penerbit besar yang sudah populer.

Belakangan saya terkagum-kagum dengan beberapa nama ini: Riawani Elyta, Orizuka, Aditia Yudis, Yoana Dianika, Indah Hanaco, Monica Petra, Clara Canceriana, dan beberapa nama lain yang mendadak seolah menyerbu toko buku dan hendak ‘menguasai’nya. Maka, beberapa pertanyaan mengusik benak saya. Ada apa sebenarnya? Mengapa pengarang-pengarang tersebut begitu gencar menerbitkan karya-karyanya? Memang produktif ataukah sekadar kejar setoran? Apakah mereka tidak takut popularitas mereka akan surut karena karyanya sudah telanjur dilempar dan mereka tak punya lagi karya menggigit yang bisa ditawarkan di waktu mendatang?

Nah, apakah kamu pernah juga merasai WOW-moment yang seperti ini? Kening mengerut dan pikiran mulai berkecamuk diserbu dilema, “Siapa sih ini? Beli nggak, ya? Tapi, aku belum pernah baca novel-novel dia? Bagus nggak, ya, tulisannya?”