Nasib yang terlalu acak demi sebuah "Destiny"
Judul: Destiny
Pengarang: Leonita Julian
Penyunting: Pratiwi Utami
Perancang sampul: Wirastuti
Penerbit: Bentang Pustaka
Tebal: 220 hlm
Rilis: 2014
Harga:
ISBN: 978-602-291-028-2
Destiny berkisah tentang 6 teman yang secara tak sengaja mendapat semacam 'kutukan' ketika sedang bersantai merayakan farewell party untuk melepas salah satu dari mereka yang akan meneruskan kuliah di Amerika. Kejadian aneh di Seminyak, Bali, itu lantas menjadi benang merah perjalanan keenamnya. Kejadian demi kejadian seolah terjadi seperti perwujudan dari kutukan yang secara tak terduga ditujukan kepada mereka.
Sejak halaman pertama, saya sudah terpukau dengan kalimat-kalimat indah nan inspiratif yang dirangkai oleh Leonita. Tak dimungkiri, sebagai penyuka-diksi-garis-keras saya banyak menandai kalimat yang quotable. Dan, baru saya tahu kalau sebenarnya novel ini berangkat dari tulisan di blog-nya Leonita, www.leonisecret.com (dituliskan di halaman akhir), yang memang inspiratif. Cukup banyak topik yang dianalisis dengan bagus oleh Leonita di blog-nya tersebut.
“Ingat-ingat saja tuduhan yang kalian katakan malam ini,
mungkin berguna nantinya kalau kalian sudah mengalaminya!”
Bibirku terkatup erat. Jantungku berdegup kencang. Otakku membeku seketika. Beberapa detik, kami dibuat tercengang oleh ucapannya. Entah apa yang ada di pikiran perempuan tak dikenal itu hingga tiba-tiba melontarkan kata-kata yang membuyarkan obrolan kami.
Ah, sudahlah! Aku tak akan menggubrisnya. Farewell party ini jauh lebih penting ketimbang memikirkan siapa dia dan apa maksudnya. Bernyanyi saja sepuas hati, menikmati makanan sekenyang perut, dan flirting dengan laki-laki manis di dekat panggung.
Sampai tak ada satupun yang menyangka, bahwa peristiwa magis malam itu meninggalkan jejak mendalam bagi kehidupan kami selanjutnya.
Judul: Destiny
Pengarang: Leonita Julian
Penyunting: Pratiwi Utami
Perancang sampul: Wirastuti
Penerbit: Bentang Pustaka
Tebal: 220 hlm
Rilis: 2014
Harga:
ISBN: 978-602-291-028-2
Destiny berkisah tentang 6 teman yang secara tak sengaja mendapat semacam 'kutukan' ketika sedang bersantai merayakan farewell party untuk melepas salah satu dari mereka yang akan meneruskan kuliah di Amerika. Kejadian aneh di Seminyak, Bali, itu lantas menjadi benang merah perjalanan keenamnya. Kejadian demi kejadian seolah terjadi seperti perwujudan dari kutukan yang secara tak terduga ditujukan kepada mereka.
Sejak halaman pertama, saya sudah terpukau dengan kalimat-kalimat indah nan inspiratif yang dirangkai oleh Leonita. Tak dimungkiri, sebagai penyuka-diksi-garis-keras saya banyak menandai kalimat yang quotable. Dan, baru saya tahu kalau sebenarnya novel ini berangkat dari tulisan di blog-nya Leonita, www.leonisecret.com (dituliskan di halaman akhir), yang memang inspiratif. Cukup banyak topik yang dianalisis dengan bagus oleh Leonita di blog-nya tersebut.

