Cantik-cantik, kok, suka nipu...
Judul: Beautiful Liar
Pengarang: Dyah Rinni
Editor: Jia Effendie
Proofreader: Mita M. Supardi
Penata letak: Gita Ramayudha
Pewajah sampul: Levina Lesmana
Penerbit: Gagas Media
Tebal: 294 hlm
Harga: Rp55.000
Rilis: Agustus 2014
ISBN: 9789797807399
7 Deadly Sins merupakan salah satu serial kreatif dari banyaknya ide kreatif yang dicetuskan oleh Gagas Media. Penjaringan naskah dilakukan melalui lomba penulisan novel dengan tema tujuh dosa mematikan itu. Dari yang saya tangkap, peserta lomba diwajibkan untuk membangun cerita novel dengan menghadirkan tokoh yang menunjukkan satu (yang menonjol) atau lebih sifat-sifat dari Tujuh Dosa Mematikan. Seperti halnya ditulis di kover belakang novel-novelnya:
Sebagian besar manusia mengambil keputusan berdasarkan emosi, begitu ayahku berkata. Jika semua orang mengambil keputusan berdasarkan logika, tidak akan ada orang yang tertipu.
Jadi, aku mempermainkan pikiran teman-temanku dan mengambil uang, bahkan apa pun, yang mereka miliki.
Kau tak akan menyangka betapa mudah membuat mereka memercayaiku.
Mereka benar-benar polos. Aku bisa mendapatkan apa yang kuinginkan tanpa kesulitan dan keberhasilan ini patut dirayakan.
Namun, kali ini, mengapa seperti ada yang mengganggu nuraniku, menyuruhku berhenti, lalu berbalik arah?
Seorang penipu sepertiku tak akan bisa terbawa emosi. Tidak akan, meski ada "badai" memorak-porandakan hatiku sekalipun.
Judul: Beautiful Liar
Pengarang: Dyah Rinni
Editor: Jia Effendie
Proofreader: Mita M. Supardi
Penata letak: Gita Ramayudha
Pewajah sampul: Levina Lesmana
Penerbit: Gagas Media
Tebal: 294 hlm
Harga: Rp55.000
Rilis: Agustus 2014
ISBN: 9789797807399
7 Deadly Sins merupakan salah satu serial kreatif dari banyaknya ide kreatif yang dicetuskan oleh Gagas Media. Penjaringan naskah dilakukan melalui lomba penulisan novel dengan tema tujuh dosa mematikan itu. Dari yang saya tangkap, peserta lomba diwajibkan untuk membangun cerita novel dengan menghadirkan tokoh yang menunjukkan satu (yang menonjol) atau lebih sifat-sifat dari Tujuh Dosa Mematikan. Seperti halnya ditulis di kover belakang novel-novelnya:


