Showing posts with label Buku Yang Ditunggu. Show all posts
Showing posts with label Buku Yang Ditunggu. Show all posts

Sunday, September 29, 2013

[Buku Yang Ditunggu] #STPC TOKYO: Falling by Sefryana Khairil

Apakah kamu suka membaca seri Setiap Tempat Punya Cerita (STPC) yang dibesut oleh Gagas Media dan Bukune? Sudah berapa buku yang kamu baca? Saya belum banyak sih, terakhir saya baca LONDON: Angel karya Windry Ramadhina dan PARIS: Aline karya Prisca Primasari. Berikutnya akan terbit TOKYO: Falling karya Sefryana Khairil. Saya masih on-off menyukai gaya menulis Sefry, tapi Jepang sepertinya juga menarik dibaca, jadi saya pun menyiapkan diri untuk menyambut kehadiran novel ini.


Pembaca tersayang,

Musim panas di Tokyo selalu memiliki banyak warna. Sefryana Khairil, penulis Sweet Nothings dan Coba Tunjuk Satu Bintang, mengajak kita berkeliling di negeri sakura bersama dua wartawan bernama Thalia dan Tora.

Keduanya dipertemukan oleh sebuah lensa. Lalu, Danau Shinobazu membuka mata keduanya, tentang bahwa kenyataan sering sekali berbeda dengan asumsi mereka pada awalnya. Thalia dan Tora berbagi tawa dan saling menyembuhkan. Hingga mereka sama-sama ragu, benarkah semuanya hanya sekadar kebetulan? Ataukah ini adalah satu dari misteri Ilahi yang belum mereka temukan jawabannya?

Setiap tempat punya cerita. Dan bersama surat ini, kami kirimkan cerita dari negeri timur yang sarat akan aroma lembut bunga sakura.

Enjoy the journey,

EDITOR

Kamu sedang menunggu terbitnya buku apa? Share yukkk....

Saturday, July 13, 2013

[Buku Yang Ditunggu] LONDON, Marriageable repackaged, Heart Quay, Runaway Ran, Box Set Tetralogi Fashion!

Buku baruuuuuu....
Buku baruuuuuuuuuuuuuuu lagiiiiiiiii........
Haduhhh, kayaknya saya mesti buka safe deposit box di bank deh, buat nyimpen dompet, biar nggak sering-sering kempes gara-gara beli buku mulu. Hikz, tapiii...tapii.....saya sudah telanjur terhipnotis, kalau ada buku yang sudah ditunggu-tunggu, jadinya pengen segera dibeli. Celakanya, setelah dibeli pun buku itu nggak langsung disentuh-dibaca, ditumpuk seperti biasanya. #bakar.jiwa

Well, untuk sekarang saya menetapkan hati saja. Meskipun buku-buku ini statusnya saya tunggu, saya akan mencoba menahan diri dulu dan menunggunya (tak terbatas waktu) dan akan membelinya suatu saat nanti. Tsahhhh....semoga bukan janji palsu.

Monday, July 8, 2013

[Buku Yang Ditunggu] Hawa oleh Riani Kasih dan Early oleh Syafrina Siregar (Updated!)

Ini Gramedia lagi silent promotion atau gimana sih? Masak beberapa buku yang penggemarnya banyak dan fanatik (seperti saya, huehuehue) justru nggak digembar-gemborkan? Aneh! Apalagi, terkhusus untuk Juara 2 Lomba Amore 2012, novel Hawa karya Riani Kasih. Hmmm, di website www.gramediapustakautama.com justru novel Heart Quay karya Putu Felisia (Juara 3) yang sudah diunggah datanya. Double aneh!

Ahh, yasudahlah, itu kan kebijakan penerbit ya... Sebagai pembaca saya tetap mensyukuri Gramedia menerbitkan banyak buku-buku keren yang patut ditunggu. Salah duanya adalah Hawa karya Riani Kasih, dan novel metropop terbaru Syafrina Siregar (April Cafe, Dengan Hati, JD & DJ, My Two Lovers) berjudul Early juga siap edar (perkiraan tanggal 10 Juli). Saya belum menemukan data valid pada kedua buku ini, nanti akan saya mutakhirkan begitu terdapat data resminya.



gambar dari akun twitter @SyafrinaSiregar

Friday, June 7, 2013

[Buku Yang Ditunggu] Surga Retak, Skenario Remang-Remang, Hawa, All You Can Eat, A Miracle of Touch

Timbunan buku saya masih banyak. Kecepatan membaca saya pun melambat tak keruan. Tapi, niatan menunggu terbitnya novel-novel baru tetap saja terpatri di hati saya. Hahaha. Beberapa buku yang saya tunggu terasa spesial karena saya benar-benar kangen merasai pengalaman membaca karya pengarang tersebut setelah sekian lama tak berkiprah di dunia perbukuan. Beberapa yang lain, karena dorongan hati yang berharap buku-buku yang saya tunggu itu mampu memberi kepuasan tersendiri. Woohoo...

#1. Surga Retak oleh Syahmedi Dean

Mata akan terbuka ketika hati mencari cinta

Bapak mempertaruhkan Ibu di meja judi, padahal dalam pertaruhan kelas seribu rupiahan saja Bapak selalu kalah. Perhitungan Bapak terlalu gegabah, tidak sebanding dengan keberanian orang-orang lain yang sudah terlatih berjudi sejak Belanda mengembangkan kapitalisme di tanah Deli. Belanda mendatangkan orang-orang Shantou dari Cina, orang-orang Tamil dari India, orang-orang Bagelen dari Jawa, untuk diperbudak paksa. Belanda mempertuankan diri di tanah Deli, menabur hiasan judi dan pelacuran, menciptakan kegaduhan, membuat nasib rakyat jelata berbentuk mozaik penuh luka. Bapak hanyalah sisa-sisa nasib di ujung zaman yang berlari dari kekalahan hidup, melintasi tanah-tanah perkebunan peninggalan Belanda, tanah yang semakin panas diperebutkan “siluman”. Bapak membuat Suri seperti tercabut dari kebahagiaan, kabur di malam buta dengan motor tua, menuju harapan baru, meninggalkan indahnya cinta yang baru mekar di belakang. Suri mempertanyakan hidup, siapa Bapak sebenarnya, kenapa semua cinta hilang berserakan?

Rencana terbit: 4 Juli 2013