Showing posts with label Novel: Romance. Show all posts
Showing posts with label Novel: Romance. Show all posts

Sunday, September 29, 2013

[Buku Yang Ditunggu] #STPC TOKYO: Falling by Sefryana Khairil

Apakah kamu suka membaca seri Setiap Tempat Punya Cerita (STPC) yang dibesut oleh Gagas Media dan Bukune? Sudah berapa buku yang kamu baca? Saya belum banyak sih, terakhir saya baca LONDON: Angel karya Windry Ramadhina dan PARIS: Aline karya Prisca Primasari. Berikutnya akan terbit TOKYO: Falling karya Sefryana Khairil. Saya masih on-off menyukai gaya menulis Sefry, tapi Jepang sepertinya juga menarik dibaca, jadi saya pun menyiapkan diri untuk menyambut kehadiran novel ini.


Pembaca tersayang,

Musim panas di Tokyo selalu memiliki banyak warna. Sefryana Khairil, penulis Sweet Nothings dan Coba Tunjuk Satu Bintang, mengajak kita berkeliling di negeri sakura bersama dua wartawan bernama Thalia dan Tora.

Keduanya dipertemukan oleh sebuah lensa. Lalu, Danau Shinobazu membuka mata keduanya, tentang bahwa kenyataan sering sekali berbeda dengan asumsi mereka pada awalnya. Thalia dan Tora berbagi tawa dan saling menyembuhkan. Hingga mereka sama-sama ragu, benarkah semuanya hanya sekadar kebetulan? Ataukah ini adalah satu dari misteri Ilahi yang belum mereka temukan jawabannya?

Setiap tempat punya cerita. Dan bersama surat ini, kami kirimkan cerita dari negeri timur yang sarat akan aroma lembut bunga sakura.

Enjoy the journey,

EDITOR

Kamu sedang menunggu terbitnya buku apa? Share yukkk....

Thursday, July 25, 2013

[Resensi Novel Romance] Coba Tunjuk Satu Bintang oleh Sefryana Khairil


“Tidak mungkin aku memisahkan bintang dari pendarnya.”
~pg.192

Adakah Tuhan sedang memberi jeda untuk kita atau memang tak ada nama kita dalam takdir-Nya?

Menjalani hari bersamamu begitu menyenangkan. Tidak ada yang lebih daripada dirimu yang aku inginkan. Kita tenggelam dalam riuhnya impian, hingga baru tersadar setibanya di persimpangan. Aku dan kamu berbeda tujuan.

Namun, kita sama-sama ragu apakah perpisahan yang benar-benar kita inginkan. Kita memutar arah, berusaha kembali dari sudut yang berseberangan.

Mungkin kita bisa bertemu kembali di ujung jalan yang sama. Mungkin kita bisa merajut kembali mimpi yang tertunda.

Kalau saja belum ada dia...
 
Pengarang: Sefryana Khairil
Editor: Mita M. Supardi
Proofreader: Jumali Ariadinata
Penata letak: Gita Ramayudha
Desainer sampul: Amanta Nathania
Penerbit: Gagas Media
Tebal: 210 hlm + vi
Harga: Rp40.000
Rilis: Juni 2013 (cet ke-1)
ISBN: 978-979-780-647-7

Beruntung, blog saya masuk dalam 30 besar blogger buku yang dipilih oleh Gagas Media untuk mendapat Kado Untuk Blogger dalam rangka perayaan ulang tahun Gagas Media yang ke-10. Setelah mendapat konfirmasi, saya dipersilakan untuk memilih 10 buku dari daftar buku yang disediakan... senang rasanya memilah-milih buku, dan salah satu pilihan saya jatuh pada novel terbaru karya Sefryana Khairil berjudul Coba Tunjuk Satu Bintang (CTSB) yang sudah sering dipromosikan baik oleh sang pengarang maupun penerbitnya.

Friday, June 28, 2013

[Resensi Novel Romance] BANGKOK by Moemoe Rizal

Witing tresno jalaran soko kulino...

Pembaca tersayang,

Siapkan paspormu dan biarkan cerita bergulir. BANGKOK mengantar sepasang kakak dan adik pada teka-teki yang ditebar sang ibu di kota itu. Betapa perjalanan tidak hanya mempertemukan keduanya dengan hal-hal baru, tetapi juga jejak diri di masa lalu.

Di kota ini, Moemoe Rizal (penulis Jump dan Fly to The Sky) membawa Edvan dan adiknya bertemu dengan takdirnya masing-masing. Lewat kisah yang tersemat di sela-sela candi Budha Wat Mahathat, di antara perahu-perahu kayu yang mengapung di sekujur sungai Chao Phraya, juga di tengah dentuman musik serta cahaya neonyang menyala di Nana Plaza, Bangkok mengajak pembaca memaknai persaudaraan, persahabatan, dan cinta.

เที่ยวให้สนุก, tîeow hâi sà-nùk, selamat jalan,

EDITOR
 
Judul: Bangkok – The Journal
Pengarang: Moemoe Rizal
Editor: Ibnu Rizal
Proofreader: Christian Simamora
Penata letak: Gita Ramayudha
Desain sampul: Jeffri Fernando
Ilustrasi isi: Tyo
Penerbit: Gagas Media
Tebal: 436 hlm
Harga: Rp57.000
Rilis: 2013
ISBN: 978-979-780-629-3

Bangkok menjadi destinasi ketiga yang saya tuju ketika menaiki ‘kereta-memori’ Setiap Tempat Punya Cerita yang dicetuskan Gagas Media – Bukune, setelah Melbourne dan Roma. Awalnya, saya menjadwalkan mengunjungi Manhattan terlebih dahulu, namun dikarenakan begitu banyak komentar positif pada novel ini, akhirnya saya memutuskan untuk menyetop kereta-memori dan menerima ajakan Moemoe Rizal melancong ke Bangkok, Thailand, untuk mencari jurnal lama milik Ibu sang tokoh utama.

Sunday, June 9, 2013

[Resensi Novel Romance] Melbourne by Winna Efendi

Memadukan musik dan cahaya dalam cinta...

Pembaca tersayang,

Kehangatan Melbourne membawa siapa pun untuk bahagia. Winna Efendi menceritakan potongan cerita cinta dari Benua Australia, semanis karya-karya sebelumnya: Ai, Refrain, Unforgettable, Remember When, dan Truth or Dare.

Seperti kali ini, Winna menulis tentang masa lalu, jatuh cinta, dan kehilangan.

Max dan Laura dulu pernah saling jatuh cinta, bertemu lagi dalam satu celah waktu. Cerita Max dan Laura pun bergulir di sebuah bar terpencil di daerah West Melbourne. Keduanya bertanya-tanya tentang perasaan satu sama lain. Bermain-main dengan keputusan, kenangan, dan kesempatan. Mempertaruhkan hati di atas harapan yang sebenarnya kurang pasti.

Setiap tempat punya cerita.

Dan bersama surat ini, kami kirimkan cerita dari Melbourne bersama pilihan lagu-lagu kenangan Max dan Laura.

Enjoy the journey,
EDITOR
 
 
Judul: Melbourne - Rewind
Pengarang: Winna Efendi
Penyunting: Ayuning, Gita Romadhona
Proofreader: Mita M. Supardi
Desainer sampul: Levina Lesmana
Penerbit: Gagas Media
Tebal: 328 hlm
Harga: Rp52.000
Rilis: Mei 2013 (cet ke-1)
ISBN: 978-979-780-645-3

Kesukaan saya pada gaya mengarang Winna menjadikan Melbourne sebagai titik pijak saya untuk berkeliling menikmati untaian kisah di masing-masing tempat dalam seri Setiap Tempat Punya Cerita (STPC) yang dicetuskan bersama oleh Gagas Media dan Bukune. Tentu saja, kalau ada STPC dengan judul LONDON (kota impian) saya pasti akan memulainya dari sana, siapa pun pengarangnya. Nah, karena tidak (atau belum) ada yang mengangkat London, saya memilih ber-traveling bareng Winna Efendi ke Melbourne.

Hening. Damai. Itulah kesan saya setiap menikmati karya-karya Winna. Seramai apa pun sekitar saya, begitu sudah merunuti kata demi kata yang diuntainya saya seolah tersihir untuk tak memedulikan sekeliling. Entahlah, saya sendiri tak paham mengapa saya merasa seperti itu. Bisa jadi karena diksi dan cara menggandeng kata-kata menjadi kalimat atau suasana yang terjalin di belakang plot dan karakter para tokohnya. Yang jelas, karya Winna selalu menghanyutkan imajinasi saya.

Tuesday, May 28, 2013

[Resensi Novel Romance] Restart by Nina Ardianti + Giveaway

Semangat untuk move on...

"Semua orang pernah patah hati. All you have to do is move on."

Aku selalu mengira tak akan bisa hidup tanpa cintanya. Aku lupa, semua luka perlahan-lahan akan sembuh juga. Biarkan saja waktu yang menjadi obatnya.

Saat itu akan tiba, ketika aku benar-benar menerima kenyataan bahwa kini tak ada lagi 'kita'. Sekarang hanya aku, minus dirinya. Dia pergi terlalu lama dan aku terlalu bodoh terus-terusan memikirkan dirinya. Aku bisa hidup tanpa kenangan dan senyumannya. Kalau sebelum mengenal dia saja aku bisa bahagia, apa bedanya bahagia setelah tanpa dirinya?

Aku pasti akan jatuh cinta lagi. Suatu hari nanti... dan dengan yang lebih baik dari dirinya.

Judul: Restart
Pengarang: Nina Ardianti
Editor: Prisca Primasari
Proofreader: Christian Simamora
Penata letak: Gita Ramayudha
Pewajah sampul: Dwi Anissa Anindhika
Tebal: 446 hlm
Harga: Rp55.000
Rilis: April 2013 (cetakan ke-1)
ISBN: 978-979-780-631-6

Happy itu sederhana. Buat saya, ‘senang’ adalah ketika membaca sebuah buku saya bisa sekaligus berkenalan dengan pengarangnya. Karena dengan begitu, apabila ada satu atau dua yang mengganjal di hati ketika membaca karyanya, saya bisa ‘langsung’ mengonfirmasikannya kepada sang pengarang. Saya bersyukur, memiliki kesempatan berkenalan dan bertemu serta mengobrol dengan mbak Nina Ardianti. Maka, ketika mbak Nina mengabarkan bahwa ada novel barunya yang akan terbit saya sangat bersemangat menantikannya. Bahkan, sebelum tanggal rilisnya saya sudah rajin menyambangi beberapa toko buku, siapa tahu bukunya sudah terbit dan langsung bisa dicomot.

Monday, May 27, 2013

[Resensi Novel Romance] Macaroon Love by Winda Krisnadefa + Giveaway

Menjadi berbeda itu anugerah...


Pengarang: Winda Krisnadefa
Penyunting: Rini Nurul Badariah
Proofreader: Dina Savitri
Pewajah sampul: Muhammad Usman
Penerbit: Qanita – PT Mizan Pustaka
Tebal: 264 hlm
Harga: Rp49.000
ISBN: 978-602-9225-83-9

Untuk kali kedua, saya diminta Penerbit Mizan untuk menjadi MC sekaligus memoderatori talk show dan peluncuran novel romance dari lini Qanita. Pada kesempatan pertama, tiga novel juara utama yang dirilis, kali ini salah satu novel unggulan yang masuk 10 besar Lomba Qanita Romance 2012/2013 yang diluncurkan. Novel bertajuk Macaroon Love karya Winda Krisnadefa. Dari dua kali kesempatan ini, saya makin terpikat untuk terus membaca dan menikmati novel-novel dari Qanita Romance ini. Semoga ke depan, semakin banyak novel romance berkualitas yang dihadirkan oleh Qanita.

Macaroon Love menjadi salah satu novel yang paling cepat saya baca. Well, awalnya tentu saja termotivasi harus segera menuntaskan baca karena buku ini baru saya dapatkan satu hari (sudah menjelang malam pula) sebelum acara launching-nya, sehingga saya perlu bergegas. Namun, begitu saya membuka lembaran-lembaran halamannya, saya tak bisa menghentikannya. Tanpa bisa saya tahan, mata terus merunuti setiap adegan yang diracik secara apik oleh mbak Winda. Jujur saja, satu bab pertama memang agak sedikit ‘sulit’ buat saya. Entahlah, saya lagi-lagi terjebak kebosanan membaca deskripsi yang terlalu banyak itu. Hal itu masih berlanjut ke bab kedua. Bahkan, saya mulai panik akan gagal menyukai novel ini ketika penulis terus menerus memberikan kalimat penegasan akan karakter utamanya. Saya sampai berdecak kesal dan mendengus, “Mbak, gue udah tau kok Magali ini aneh, tapi ya gak perlu lah tiap berapa paragraf sekali, terus-terusan ada kata ‘aneh’ disebut-sebut terus.”

Tuesday, May 21, 2013

[Resensi Novel Romance] Camar Biru by Nilam Suri + Giveaway

Janji sahabat yang mencintaimu...

Aku membutuhkanmu.
Kau terasa tepat untukku. Pelukanmu serasi dengan hangat tubuhku. Dan setiap bagian dari diriku sudah terlalu terbiasa dengan kehadiranmu-dengan suaramu, dengan sentuhanmu, dengan aroma khas tubuhmu. Dengan debaran yang terdengar seperti ketukan bermelodi saat kau menatapku penuh perhatian seperti itu.

Aku membutuhkanmu.
Ya cinta, ya waktumu. Dan kau sudah melihat jujur dan juga munafikku. Bahkan, di saat aku begitu yakin kau akan meninggalkanku, kau hanya menertawakan kecurigaanku dan merangkul bahuku. Sungguh heran, setelah sekian tahun pun, kau masih bertahan di sini, bersamaku.

Aku membutuhkanmu-dan bisa jadi... aku mencintaimu. Tapi, aku belum akan mengakui ini padamu. Aku belum siap meruntuhkan bentengku dan membiarkanmu memiliki hatiku....

Judul: Camar Biru - cinta tak selalu tepat waktu
Pengarang: Nilam Suri
Editor: Gita Romadhona dan eNHa
Proofreader: Gita
Penata letak: Wahyu Suwarni
Desain sampul: Dwi Anissa Anindhika
Tebal: 280 hlm
Harga: Rp45.000
Rilis: 2012 (cetakan ke-1)
ISBN: 979-780-603-0

Saya tahu novel ini semenjak Nilam masih “mengandung”nya. Meskipun tidak mengikuti proses persalinannya, setidaknya saya tahu novel ini saat masih menjadi janin. Dan, ketika novel ini akhirnya lahir dan diterbitkan oleh Gagas Media, saya bahagia untuk Nilam. Well, saya kenal Nilam berkat Goodreads Indonesia. Seingat saya, saat itu ia masih ngantor di femina. Suatu hari, ia mengirimi saya naskah awal novel ini dan mengizinkan saya untuk membacanya. Tapi justru teman satu kos saya yang lebih excited membacanya duluan. Maklum, saya pembaca lambat, jadi begitu terpampang di layar laptop, si teman itu justru yang tekun membaca. Saya butuh beberapa hari untuk menuntaskan bacanya. First impression, I liked it a lot, dengan beberapa pertanyaan saya layangkan pada Nilam.

Saya membaca ulang Camar Biru begitu resmi diterbitkan oleh Gagas Media. My bad. Saya detailnya agak lupa. Apakah ada yang dihilangkan atau ditambahkan ke dalam novel resminya ini. Beruntunglah saya, dengan demikian saya bisa merasai novel ini seperti baru kali pertama baca.

Wednesday, May 1, 2013

[Resensi Novel Romance] Time Will Tell by Okke Sepatumerah dan Riri Sardjono


Biarkan waktu yang akan menjawabnya...


Pengarang: Okke 'Sepatumerah' & Riri Sardjono
Editor: eNHa
Proofreader: Fitria Sis Nariswari
Penata letak: Dian Novitasari
Desain Sampul: Amanta Nathania
Penerbit: Gagas Media
Tebal: vi+270 hlm
Harga: Rp45.000
Rilis: April 2013 (cet.1)
ISBN: 978-979-780-617-0

Ahh, waktu akhirnya mengantarkan penantian panjang saya untuk bisa lagi menikmati tulisan Riri Sardjono. Well, pengarang yang satu ini memang baru melahirkan dua buku saja, Marriageable dan Tentang Cinta (adaptasi film), dan dari yang dua itu pun saya baru baca yang Marriageable saja. Namun, satu novel itu saja sudah cukup membuat saya jatuh cinta pada gaya tulisan Riri. Dan, betapa bahagianya saya ketika tersiar kabar akan ada buku terbaru Riri yang akan terbit. Sebisanya saya berusaha segera membeli dan membacanya.

Saya tak tahu masuk dalam kreasi jenis apa Time Will Tell di Gagas Media. Jika menjajarkannya dengan proyek GagasDuet yang booming di tahun 2012 kemarin, sepertinya kurang ‘satu ciri’ yaitu di sampulnya yang tidak standar. Oleh karenanya, saya menganggap ini adalah novella duet karya dua penulis Gagas Media yang cukup lama vakum menerbitkan karya. Jika Riri hanya di dua buku yang saya sebut tadi, Okke sebenarnya telah lebih banyak menerbitkan karya. Tapi, Heart’s Block (dan antologi The Journeys, Empat Musim Cinta) sepertinya menjadi karya terakhir Okke sebelum ‘hiatus’ sekian lama. Jadi, novella duet ini semacam oabat penawar rindu akan racikan kedua pengarang ini.

Friday, December 21, 2012

[Resensi Novel Romance] Another Idol by Delia Angela

Menjelma Cinderella



Judul: Another Idol
Pengarang: Delia Angela
Penyunting: Evi Mulyani
Pewajah sampul: Dadan Erlangga
Penerbit: Elf Books
Tebal: 168 hlm
Harga: Rp33.000
Rilis: Agustus 2012 (cet. ke-1)
ISBN: 9786021933510



Hanya jodoh dengan sinyal kuatlah yang dapat mempertemukan dua pasang mata di antara ribuan orang.
(hlm. 145)

Im Joo Yeon sebal bukan kepalang. Bagaimana tidak, seluruh upayanya untuk berdandan habis-habisan demi bias-nya di Perfect Ten, Cho Jong Woon, berantakan gegara bando khusus yang ia siapkan untuk sang idola rusak akibat tersenggol fans P.Ten lain ketika mengantre menonton Super Perfect Show. Namun, semesta seolah berkonspirasi mempertemukan Joo Yeon dengan idola sejatinya. Tak hanya di atas panggung, tapi juga dalam kehidupan kesehariannya.

Joo Yeon jelas galau demi menyadari bahwa Jin Ho-lah yang memberikan geletar aneh di dadanya, bukan Jong Woon. Maka, dimulailah kisah mereka. Fans dan sang idola lain. Sampai suatu ketika, pers mulai mencium hubungan di antara keduanya. Ditambah lagi, adanya kenyataan bahwa Joo Yeon telah dijodohkan dengan Jun Su, anggota Perfect Ten yang lain. Apa yang musti dilakukan Joo Yeon? Apakah ia rela berjuang mendapatkan cinta sang idola? Bagaimana dengan reaksi management Perfect Ten, fans, dan juga media? Simak liku-liku intrik asmara segitiga antara Joo Yeon - Jin Ho - Jun Su dalam novel bersampul nuansa putih bertajuk Another Idol karya Delia Angela ini.


Yesung dan Donghae -- inspirasi sang Penulis

Monday, December 17, 2012

[Resensi Novel Romance] Kiss the Sky by Liz Lavender dan Raziel Raddian

Sampaikan rinduku pada langit...



Judul: Kiss the Sky
Pengarang: Liz Lavender & Raziel Raddian
Penyunting: Evi Mulyani & Delia Angela
Desain sampul: Dadan Erlangga
Penerbit: Elf Books
Tebal: 202 hlm
Harga: Rp38.500
Rilis: November 2012
ISBN: 9786021933534

Emma dan Hayden bertetangga dan bersahabat sejak kecil. Maka, benih cinta pun bermekaran di kebun hati masing-masing. Namun, takdir mengisahkan cerita yang lain. Hayden yang mencoba merengkuh cita-citanya menjadi seorang penerbang pesawat tempur harus menempuh akademi militer selama empat tahun, terpisah dari Emma yang tinggal dan bekerja di New York. Keduanya mencoba menjaga keutuhan cinta yang terpisah jarak, tapi jarak dan keadaan lah yang kemudian menumbuhkan benih keraguan di hati masing-masing.

Seteguh apa pun tekad dan setegar apa pun perasaan, gelombang cobaan demi cobaan yang menghantam biduk cinta mereka akhirnya menggoyahkan semuanya. Kelopak bunga asmara itu luruh satu demi satu. Mengguratkan luka pada sanubari terdalam. Mereka berjanji kepada langit. Hayden menjanjikan akan mengajak Emma terbang berdua. Di langit mereka. Masihkah janji itu merekatkan pondasi cinta mereka? Bagaimana dengan bangunan lain di sekitar mereka? Haruskah mereka tak mengacuhkannya?

Simak perjuangan Hayden dan Emma untuk menyatukan janji mereka untuk terbang di langit yang sama dalam novel duet karya Liz Lavender dan Raziel Raddian bertajuk Kiss the Sky ini.

Thursday, September 13, 2012

[Resensi Novel Romance] With You by Christian Simamora dan Orizuka

Sehari bersamamu, cukuplah bagiku...

365 hari dalam setahun,
24 jam dalam sehari.

Di antara semua waktu yang kita punya,
kau sengaja memilih hari itu.

keluar dari mimpi indah,
lalu hadir dalam hidupku...

sebagai cinta yang selama ini aku tunggu.

WITH YOU adalah Gagas Duet, novella dari dua penulis GagasMedia: Christian Simamora dan Orizuka. Keduanya mempersembahkan dua cerita cinta yang menemukan takdirnya dalam satu hari saja.

Judul: With You (Sehari Bersamamu)
Pengarang: Christian Simamora dan Orizuka
Editor: Alit Tisna Palupi
Proofreader: Gita Romadhona
Pewajah sampul: Dwi Anissa Anindhika
Penerbit: Gagas Media (Gagas Duet)
Tebal: xviii + 298 hlm
Harga: Rp50.000
Rilis: Juni 2012
ISBN: 9789797805739
http://www.goodreads.com/book/show/15713938-with-you

Apa yang bisa terjadi dalam hitungan beberapa jam? Dua orang yang baru saja berjumpa di suatu waktu, mungkinkah punya kesempatan untuk mengenal lebih dekat dan bahkan menyelami hati satu sama lain secara lebih mendalam? Atau, dua hati yang telah memutuskan tak lagi bersama, dapatkah kembali menyatu ketika secara tak terduga dipertemukan kembali? Itulah dua penggal kisah, dari dua tokoh yang saling berhubungan dalam novel bertajuk With You karya Christian Simamora dan Orizuka yang tergabung dalam proyek Gagas Duet oleh Penerbit Gagas Media.

Bagi saya, dua penulis ini begitu populer dan telah memiliki fan base yang cukup besar. Dua karya terdahulu Chris, Pillow Talk dan Good Fight, telah rampung saya baca sehingga paling tidak saya sudah bisa merasai bagaimana gaya berceritanya. Sementara itu, saya belum pernah membaca satu pun karya Orizuka....*mendadak hening* #eh.enggak.ding.ini.perasaan.saya.aja....... Meskipun beberapa bukunya sudah dengan manisnya tertumpuk di lemari buku, Fate-Our Story-Best Friend Forever-The Truth About Forever, saya belum juga membacanya. Maka, penggalan kisah yang ditulis Ori di novel ini adalah icip-icip pertama saya pada gaya menulisnya.

Keduanya memiliki gaya bercerita yang begitu berbeda. Mungkin, memang dari sinilah ide Gagas Duet itu hadir, menyatukan dua penulis berbeda gaya dalam satu rangkaian cerita di mana kedua penulis tetap dibebaskan menggunakan gaya masing-masing. Mungkin, itu menurut saya!

Cinderella jadi model...



Ketimbang Pillow Talk atau Good Fight, saya jatuh suka pada Cinderella Rockefella, instantly. Entahlah. Saya merasa Chris berhasil membuat satu cangkir kopi yang begitu nikmat di sini. Gaya menulisnya tetap ceplas-ceplos dengan selipan frasa khas pergaulan metropolitan yang fashionable. Berkisah tentang Cinderella “Cindy” Tan – Jeremiah “Jere” Fransiskus Atmadjaputra, dua model yang dibooking dalam satu sesi pemotretan yang kemudian saling menaruh rasa. Dan, melalui satu makan malam sederhana namun luar biasa keduanya lantas tak lagi bisa menyangkal bahwa ada beribu kupu-kupu yang bermain di perut masing-masing.

Namun, apakah sudah sebegitu saja? Garis besarnya, iya. Namun, untuk menuju penyatuan rasa kedua tokoh, kita disuguhi flash back story dan gelenyar rasa masing-masing selama waktu persuaan itu. Bagi kalian yang menyukai suasana romantis, siap-siap terletup-letup deh. Awas juga kena serangan demam, panas-dingin nggak keruan ketika merunuti jam demi jam percakapan kedua tokoh yang merupakan ungkapan kekaguman tertahan satu sama lain.
Pernah nggak sengaja ketumpahan air panas?

Cindy menyentuh permukaan bibirnya dengan ujung jari. Masih nggak percaya Jere mencium bibirnya barusan. Seperti kulit yang terasa nyeri karena air panas, rasa bibir cowok itu di bibirnya menyengat dan meninggalkan kesan yang tak bisa dilupakan begitu saja. (hlm. 118)
Jika kamu sudah membaca dua novel Chris terdahulu yang saya sebut di atas, kamu pasti sudah langsung ngeh bahwa tokoh dan setting lokasi dalam novella Cinderella Rockefella ini masih agak nyambung. Sayang sekali, saya melupakan detailnya. Apakah Cindy-Jere ini adalah model dalam pemotretan yang dilakukan Jet-Tere di Good Fight.

Balik ke alasan mengapa saya lebih suka novella ini adalah karena tidak mengumbar sensualitas yang berlebihan. Saya masih ingat ketika membaca Pillow Talk saya tak bisa menahan heran akan banyaknya adegan mandi ...*doeng*...lalu di Good Fight, malah ada adegan mandi sambil....*you know what*....*doeng lagi*....nggak papa juga sih, namanya juga novel untuk dewasa dan dewasa muda, jadi wajar saja. Dan alasan terkait hal ini murni subjektivitas saya belaka. Semua tergantung selera masing-masing, kan?

Pesona Karimunjawa...

Wahhh, setting lokasinya bikin mupeng nih. Saya sudah sangat ingin ke sana, tapi belum kesampaian juga. Hikz.


Setelah membaca romantisme Cinderella Rockefella yang berombak, menikmati romantisme Sunrise karya Orizuka itu ibarat menikmati perguliran mentari pagi. Perlahan. Hening. Syahdu. Mendayu. Melankolis. Serupa air danau yang beriak kecil. Tenang namun menghanyutkan.

Lyla “Lyla” Andhara Johan dan Arjuna “Juna” Taslim baru saja putus setelah menjalin kasih semenjak mereka masih remaja tanggung berseragam putih abu-abu. Lyla yang dirundung masalah keluarga tersentuh pada hal-hal kecil yang dilakukan Juna, sedangkan Juna menyukai keunikan Lyla yang berbeda dari cewek SMA kebanyakan. Namun, seiring bergulirnya waktu, ada yang berbeda di antara keduanya. Celah kecil melebar jadi jurang yang merenggangkan hubungan. Ditambah lagi, tidak adanya komunikasi terbuka yang jujur dan tulus dari keduanya sehingga kata putus pun terucap. Lyla terguncang. Bagaimana dengan Juna?

Dalam suatu waktu ketika mereka masih memadu kasih, Lyla-Juna sempat berangan mengunjungi Karimunjawa berdua, namun hal tersebut tak pernah terlaksana. Kini, Lyla memutuskan untuk backpacking ke Karimunjawa sebagai refreshing. Lalu siapa sangka jika ketika hendak menikmati keindahan pulau di utara kota Jepara itu, ia justru dipertemukan dengan Juna yang juga sedang di sana bersama teman-teman klub selamnya. Keduanya tak menyangkal, gejolak itu masih ada. Menggetarkan ruang-ruang terdalam di bilik hati masing-masing. Pun ketika sesosok Fadhil, cowok pemandu selam di Karimunjawa, begitu dekat dengan Lyla, kecanggungan Lyla-Juna membawa pada kenyataan tak terbantahkan. Mereka masih saling menyayangi.

Komunikasi adalah salah satu unsur terpenting dalam suatu hubungan. Saya bukan ahli, namun sempat pula merasakan betapa komunikasi bisa menentukan harmonis tidaknya suatu hubungan. Sedikit saja lupa menelepon atau sms [status: LDR] bisa-bisa “si dia” disambar orang. Pada kasus Lyla-Juna, ada sesuatu yang urung terucap, sehingga keduanya hanya memainkan perasaan sepihak. Merasa ini-itu, tapi apakah benar perasaan itu, mereka tak pernah mengonfrontasinya.
“Matahari terbit itu awal dari hari baru.” Lyla kembali menatap ke arah matahari. “Matahari terbit memberi kesempatan untuk mulai semuanya dari awal.” (hlm. 258)
Rahasia-rahasia yang tertutup rapat di peti hati Lyla-Juna serasa berhamburan di antara sepoi angin Karimunjawa. Menguak segala teka-teki yang selama ini hanya berdenting di hati masing-masing. Lalu, apakah masih ada kesempatan bagi mereka untuk merenda kasih untuk kedua kalinya? Simak apa dan bagaimana keputusan hati itu dibuat dalam novella bertajuk Sunrise karya Orizuka ini.

Setiap dengar kata sunrise, saya pasti teringat duet maut Ethan Hawke dan Julie Delpy di film Before Sunrise (dan Before Sunset) ini:


Overall, saya suka gagas duet pertama yang saya baca ini. Well, nama kedua penulisnya sendiri sudah menjadi jaminan. Sesuai harapan saya sejak mula. Meski terlihat begitu kontras, bicara fashion lalu nyemplung ke laut, justru mengingatkan saya akan kekuatan masing-masing yang bisa memadu dalam dua jalinan yang saling bertautan namun tak sama. Saya juga happy, sedikit typo saja yang tersebar di sana-sini.

Mengingat ini baru satu judul gagas duet yang saya baca, saya tak akan menyimpulkan apakah memang itu tujuan yang ingin dicapai dari proyek ini, sebagaimana saya kemukakan di awal resensi ini. Target berikutnya saya ingin mencoba membaca Truth or Dare yang ditulis bersama oleh Winna Efendi dan Yoana Dianika serta Kala Kali yang ditulis bersama oleh Windy Ariestanty dan Valiant "Vabyo" Budi.

Selamat membaca, kawan!

My rating:



Foto: dari berbagai sumber

Monday, February 20, 2012

[Segera Terbit] Buku Baru Bersampul MENAWAN Terbitan Gagas Media

Sudahlah, Gagas Media itu juaranya sampul novel lokal. Tak heran lah, jikalau pada penyelenggaraan Indonesian Reader Festival 2011, dalam acara Anugerah Pembaca Indonesia 2011, Jeffri Fernando, salah satu pewajah sampul jempolan Gagas Media dinobatkan sebagai pewajah sampul terfavorit. Sampul-sampul karyanya memang, fiuuhhh, aduhaiii.....bagussss bangetttss. Nah, sepertinya sih beberapa di antara novel-novel baru yang akan segera diterbitkan oleh Gagas Media ini adalah karya Jeffri. Tunggu tanggal terbitnya, untuk mendapatkan kepastian...:)

1. Good Fight by Christian Simamora


Sinopsis dicopy paste dari fanpage Gagas Media di facebook:

Dia tak benar-benar mencintaimu, kau dan aku sama-sama tahu itu.

Dibawakannya kau bunga, tetapi bukan kesukaanmu. Digenggamnya jemarimu, tetapi tidak cukup mesra. Dia mencium bibir indahmu, lalu cepat-cepat menyudahinya.

Puaskah kau dengan cinta seperti itu?

Sampai kapan kau terus duduk di situ, menunggu dia berbalik menginginimu?

Berhentilah mengabaikanku.

Tak bisakah kau memberiku kesempatan juga? Lirik aku sebentar saja. Dengarkan aku sebentar saja. Biar aku buat kau percaya, hanya aku yang bisa membuatmu bahagia.

Hanya aku—bukan dia.


2. Flavor of Love by aL Dhimas

Sinopsis:

Aku mencandu segala hal yang manis—terutama dirimu. Seperti madu di ujung lidahku, kecupanmu terasa manis, menghangatkan sekujur tubuhku dengan rona malu. Seperti tiga sendok gula untuk tehku, entah sejak kapan hariku tak lagi lengkap tanpa kehadiranmu.

Jadi maaf jika aku seperti tak tahu malu mengakui ini di hadapanmu. Tapi sungguh, aku teramat membutuhkanmu. Butuh sekian lama waktu untuk menyadari ini, tapi sekarang aku benar-benar percaya. Hanya kau yang kumau. Hanya kau yang mampu membuatku merindu.

Katakan, apa jawabmu? Harus seberapa lama lagi bibirku mengering karena menahan diri membisikkan cinta untukmu?


3. Now and Then: Mengetuk Pintu Cinta by Ann Arnellis


Sinopsis:

Hari ini, ketika melihatmu lagi, kesadaranku terbawa oleh riak hati. Dadaku sesak dipalu malu dan rindu. Cinta menyuruh untuk menghampirimu, tapi ragu membuatku terpaku. Aku bertahan hanya mengagumimu dari jauh.

Seandainya kau tahu betapa ini juga berat untukku. Menjauhimu adalah hal terburuk yang harus kulakukan.

Maaf, Sayang, jika hingga sekarang belum ada jalan keluar bagi kita. Aku harus bagaimana? Senjata apa yang harus kubawa untuk memperjuangkan hubungan yang tak direstui orangtua? Bisakah hanya dengan cinta saja?