Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Saturday, March 28, 2020

[Curhat] Pindahan... yang bukan fiksimetropop :)

Sudah sejak lama sebenarnya, saya ingin mengkhususkan blog ini buat memuat artikel apa pun yang hanya berkaitan sama #novelMetropop. Hahaha. So far, ya cuman niat. Nggak kejadian dari kapan tahun juga. Well, tapi mulai 2020 ini, saya kepingin menghidupkan kembali niatan itu. Mestinya sih dari awal sudah begitu, ya. Alamat blog sudah fiksimetropop. Buku paling banyak dibaca ya metropop. Niatan bikin blog, juga buat menyebarkan virus baca novel-novel metropop.

Namun, karena dasarnya saya kan bukan melulu baca #novelMetropop doang. Jadi, saya tetap butuh wadah buat menampung segala rupa di luar metropop, ketimbang jadi jerawat, kan? Karenanya untuk seluruh postingan di luar metropop nantinya akan dialihkan ke blog baru, yang sebenarnya sudah dibuat beberapa waktu silam. Alamatnya: http://bukanfiksimetropop.blogspot.com.

Belum (dan sepertinya nggak akan) dibikin blog dengan domain berbayar, sih. Hahaha. Lha, satu aja yang berbayar nggak keurus rutin. Nantilah, kapan-kapan kalau tenaga masih cukup dan nggak sok sibuk, (mungkin) bakal dibeliin domain juga. Untuk saat ini, begini dululah. Yang penting sudah cukup memenuhi niatan yang selama ini selalu pengin dilakuin.

Beberapa konten yang cukup populer mungkin bakal stay di sini, atau dipecah jadi dua. Misalnya, Top Ten Tuesday dan BOOKtainment. Kalau bisa dibikin di dua blog, ya bakal dibikin dua. Kalau nggak bisa, yaudah, bakal tetap dipajang di blog yang ini saja.

That's all. Itu doang yang sebenarnya pengin dicurhatin kali ini. Semoga apa yang saya niatkan ini dilapangkan dan dimudahkan jalannya. Aaamiin. Let's keep reading, tweemans.


via GIPHY
xoxo
fiksimetropop

Monday, March 25, 2019

[Curhat] Kalau lagi bosan baca saya biasanya...

Well, namanya juga manusia. Punya selera, punya momen dilanda kebosanan, punya waktu-waktu tertentu tak bisa hanya melakukan sau hal terus-terusan secara konsisten sepanjang waktu. Oke, katanya sih bisa saja kalau: disiplin dan memang dilatih. Ya tapi, kayaknya sih tetap ada waktunya, kita kepingin cuman bisa duduk selonjoran atau rebahan, tanpa melakukan apa-apa, kan?



Begitupun sama melakukan hobi. Hei, hobi kok bisa bikin bosan? Ya itu tadi, kalau dilakuin sepanjang waktu dengan gaya dan keteraturan monoton, lama-lama ya membosankan juga. Termasuk hobi membaca. Reader's block atau reading slump atau lagi malaaaassszzzzzzzz baca banget, bisa saja kejadian. Nah, kalau lagi bosan baca saya biasanya...

1. Dengerin musik favorit, musik terbaru dari artis favorit, musik terbaru dari negara entah mana, musik terbaru yang lagi nangkring di Billboard top chart atau iTunes top chart, atau musik terbaru yang lagi trending di YouTube.

2. Nontonin video-video di YouTube dari musik-musik di nomor 1. Ini beberapa yang saya suka banget:








3. Nontonin vlog dari Booktuber favorit. Ini beberapa vlog yang barusan saya tontonin:





4. Nontonin film yang ada di YouTube atau di laptop. Terakhir nonton film: The Intern untuk keseratus alinya (lebay), Harry Potter seri mana pun (terutama seri ketiga) untuk kesejuta kalinya (lebay juga), dan The Devil Wears Prada untuk keseratus juta kalinya (tambah lebay).

5. Nontonin serial TV favorit yang sudah dipunya: Younger dari season 1, The Good Fight, The Good Wife, Brothers and Sisters, dan Ugly Betty.

6. Jalan-jalan atau sekadar main sama keluarga.

Jadi, kalau lagi bosan baca kamu biasanya ngapain?

Sunday, January 1, 2017

Selamat Datang 2017

Saya tak lagi ikut-ikutan merayakan (secara harfiah) pergantian tahun. Secara personal, tentu saja, pergantian tahun selalu mengingatkan akan jatah umur di dunia yang semakin menipis. Secara sosial, saya pun enggak dapat undangan merayakan pesta pergantian tahun dari mana pun atau siapa pun. Hahaha. Well, berasa ngarep diundang, padahal sih enggak. Seriusan. I don't like party that much.

Nah, untuk dunia baca-tulis-dan-blog, sepertinya saya pun enggak bakal pasang resolusi serbamuluk. Kapan tahun itu saya pernah mendaftar beragam tantangan baca alias reading challenge tapi dalam perjalanannya tak satu pun tantangan itu bisa saya tuntaskan. Gagal Total. MEMALUKAN! Saya jadi sedih. Dan, kecewa. Dan, terluka. Dan, sengsara. Aihh, mulai lebay. Yah, pokoknya begitulah. Semua berantakan. Enggak ada yang bisa dibanggakan.

Oleh karenanya, tahun ini saya cuman pengin semangat baca naik lagi. Timbunan makin berkurang. Kecepatan membaca sebanding lurus dengan kecepatan membeli/menimbun buku. Apalagi tahun 2016 kemarin status saya sudah berubah lagi. Jika 2015 dari melajang ke menikah masih berkesempatan membaca dalam jumlah yang lumayan, tahun 2016 status dari suami ke hubby, kayaknya bisa baca satu buku sebulan sudah bersyukur banget, ya. Maunya main sama anak mulu sekarang, hehehe.

Tahun ini enggak mau ngerencanain mau ikut tantangan baca apa dan menargetkan bisa membaca berapa. Go with the flow saja. Kalau lagi kepingin ya ikutan, pas malas ya sudah enggak ikut. Namun, biar enggak blank-blank banget, saya tetap mendaftar di beberapa tantangan baca, misalnya:


Terus, saya juga kepingin baca ulang Harry Potter. Enggak ada alasan khusus, pengin baca saja. Semoga dari bulan Januari saya bisa mulai baca buku 1-nya sehingga pas sampai bulan Juli, ketujuh bukunya sudah terbaca semua. Aamiin.

Selebihnya, sesuai situasi dan kondisi mendatang, deh. Yang pasti, saya masih tetap bersemangat untuk aktif di dunia baca-tulis-dan-blog ini. Selamat tahun baruuu, tweemans...

Saturday, June 20, 2015

[Curhat & Giveaway] Pengalaman Menyunting The Chronicles of Audy: 4/4 by Orizuka


Nama Orizuka sudah bolak-balik terdengar di kuping saya sejak awal saya menyukai membaca novel-novel bertema romance dan remaja. Namun, saat itu, saya keburu tertuju hanya pada lini Teenlit dan Metropop pada sebuah penerbit dan Orizuka (setahu saya) belum pernah menerbitkan novel untuk kedua lini tersebut. Namun, secara perlahan saya membeli dan mengumpulkan novel-novel karyanya, meskipun belum dibaca juga.

Pengalaman pertama saya membaca tulisan Orizuka adalah novella berjudul Sunrise bersama novella yang ditulis Christian Simamora berjudul Cinderella Rockefella yang termasuk dalam seri GagasDuet, dalam buku With You. Secara saya menyukai jenis tulisan yang lincah nan menggemaskan, maka waktu itu pesona tulisan Orizuka saya rasakan tertutupi pesona tulisan Christian yang lincah dan witty. Jadilah saya kurang bersemangat (lagi) untuk memulai membaca karya-karya Orizuka. Hingga, mau tak mau, saya membaca salah satu karyanya.

Friday, October 10, 2014

[Curhat] Hari gini pake uang receh? Meh!

Ehmm, enggak terasa sudah hampir... 8 tahun saya tinggal di Jakarta (plus dua tahun di Bintaro, anggep aja masuk Jakarta, ya, soale mainnya juga ke Blok M, kalau lagi suntuk). Meski tak mengenal Jakarta sedemikian dekat, saya tetap merasa sudah lumayan betah tinggal di sini. Well, dengan ratusan mal, ratusan toko buku yang tersebar di seantero kota, dan bejibun acara obralan buku yang sering diadakan, saya pasti enggak bosan, hehehe. Namun, tetap saja, saya pun tetap menyiapkan diri untuk berpisah dengan kota ini. Naga-naganya, enggak lama lagi mungkin saya akan dimutasikan kerjanya. #ngarep. Aamiin.

Balik lagi, ngomongin soal Jakarta, yang tentu ada hubungannya sama buku, saya ingin ngebahas soal kartu ajaib. Bukan credit card, kayak si Becky Bloomwood ini:


Thursday, October 2, 2014

[Suka Nggak Suka] Tema Perjodohan

Semakin kita banyak membaca semakin kita banyak tahu apa yang kita suka

Saya bukan psikolog atau punya kemampuan di bidang analisis sifat, namun saya beranikan diri bilang bahwa sebagai makhluk hidup yang punya rasa pada akhirnya kita selalu bisa memutuskan mana yang kita suka mana yang enggak kita suka. Banyak alasan, tentu saja, untuk bisa bilang begitu, bahkan alasan tak empiris sekalipun, karena memang enggak suka. Kayak orang jatuh cinta, ada yang bilang, "Untuk mencintaimu, tak perlu ada alasan." #tsah

Kali ini, di edisi perdana Suka Nggak Suka, saya ingin membahas tentang tema cerita yang enggak saya suka yaitu tentang PERJODOHAN. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi daring (dalam jaringan - online) yang dimaksud dengan perjodohan adalah:

Wednesday, December 25, 2013

Bersiap Menyambut 2014 yang SEKSI....:)

Salah satu kabar menyenangkan yang saya dengar di pengujung tahun 2013, dan untuk menyambut tahun 2014, adalah rencana peluncuran beberapa lini baru dan projek-projek seru dari Gagas Media. Well, fokus saya tetap Novel Metropop (dan Amore), namun hati saya pun siap untuk terbagi pada novel-novel romance lain yang bakal hadir.



Wednesday, December 11, 2013

[Curhat] Akhirnyaaaaa.... Novel Romance berjaya di Anugerah Pembaca Indonesia 2013

Tanpa sadar, saya masuk demikian dalam pada genre buku fiksi yang satu ini. Romance. Yakin atau tak yakin, sepertinya saya memang ditakdirkan untuk menyukai novel jenis (mostly) cinta-cintaan ini. Maka, pada setiap penyelenggaraan anugerah karya sastra (buku) saya sering berdoa semoga ada buku-buku romance yang masuk nominasi, apalagi memenanginya. Meskipun, yaaa...entahlah, apa sebab, dengan pasti novel-novel romance jarang memenangi penghargaan, khususnya di Indonesia.


Pengetahuan saya tentang pemberian penghargaan di bidang literasi di Indonesia memang sangat minim, kalau tidak mau dibilang nggak tahu sama sekali. Palingan yang saya tahu dan dengar yaa... Khatulistiwa Literary Award, selebihnya saya tidak tahu. Sedangkan, kalau di luar negeri sana, pemberian penghargaan demikian banyak, baik ragam penghargaan maupun penyelenggaranya. Maka tak heran jika ada saja novel bergenre romance juga bisa memenangi penghargaan di sana, karena memang ada penghargaan yang memberikan apresiasi pada novel-novel romance.

Kembali ke Indonesia, saya sangat bersyukur ada Anugerah Pembaca Indonesia yang digagas dan diselenggarakan oleh komunitas pembaca aktif, Goodreads Indonesia. Meskipun banyak yang mencibir bahwa penghargaan ini tak jauh beda dengan kompetisi 'idol-idol'an di televisi, saya dengan antusias mensyukuri adanya penyelenggaraan kegiata ini. Mengapa? Karena dengan adanya penghargaan ini, saya sebagai penyuka genre romance setidaknya punya harapan bahwa kelak ada masanya novel romance bisa memenangi sebuah penghargaan. Tak melulu novel-novel berat yang bikin kening berdraperi ketika membacanya dan kebingungan setelah merampungkannya yang diunggulkan mendapatkan penghargaan. Namun, novel-novel romance best-seller juga bisa dianugerahi penghargaan.

Dengan sistem voting yang diterapkan dalam penyelenggaraan Anugerah Pembaca Indonesia (API), sangat dimungkinkan sebuah novel romance best-seller mampu memuncaki daftar pilihan karena tentu saja jumlah pembaca novel itu mungkin sudah ribuan orang. Dan, kalau saja mereka mau bergabung dan memberikan voting, tentu saja itu akan menjadikan novel tersebut melesat ke posisi pilihan nomor satu.

Tahun ini, doa-doa saya terkabul. Novel bergenre romance bertajuk Restart karya Nina Ardianti berhasil menggondol gelar Buku Fiksi Terfavorit API 2013, menyingkirkan empat kandidat lainnya ---yang kebanyakan bergenre romance juga, kecuali Pulang-nya Leila S. Chudori. Terlepas dari kondisi apa pun, harus diakui bahwa Restart memiliki faktor X yang mampu memikat voters untuk memberikan suaranya ketika memilih. Tentu saja, kritikus sastra dapat membeberkan tinjauannya atas novel ke-6 karya penulis Simple Lie ini. Tapi, pembaca sudah menentukan sikap. Tahun 2013 ini, Restart terpilih sebagai yang paling disukai pembaca Indonesia (yang berkesempatan mengikuti voting).

Sekali lagi selamat untuk Mbak Nina Ardianti (dan tim Gagas Media). Dengan kemenangan ini, saya brharap di kemudian hari akan lahir buku-buku bergenre romance yang layak dianugerahi penghargaan. Aamin.

Tuesday, October 15, 2013

Minggu yang padat...

Rasanya saya ingin punya waktu khusus leyeh-leyeh untuk tak memikirkan apa pun selama beberapa hari. Rencana itu ingin saya wujudkan long weekend ini (12-15 Oktober 2013), namun apa mau dikata beberapa tunggakan pekerjaan yang sudah saya sanggupi untuk dikerjakan tak mungkin saya abaikan begitu saja. Maka, saya mengusahakan untuk mencicil mengerjakannya. Harus bisa.

Anyway, beberapa hal yang berhubungan dengan buku tetap saya lakukan juga. Membaca (belum meresensi tapinya), berbelanja buku (obralan, tentu saja), sampai dengan iseng-iseng menanggapi permintaan salah satu tweeman @fiksimetropop untuk membuat group pencinta novel metropop di WhatsApp. Berikut beberapa hal yang masih akan saya kerjakan beberapa waktu ke depan:

1.  Memulai proses penjurian Lomba Menulis Cerita Pendek Pop Urban bertema "Love in the City: Pilih Karier atau Jodoh?" Bekerja sama dengan @NBC_IPB ini adalah pengalaman pertama saya menyelenggarakan lomba penulisan dengan level yang lebih serius dibanding lomba menulis dalam rangka event #terHARU bulan Juli 2013 lalu. Maksudnya, hasil dari lomba ini akan kami usahakan untuk diterbitkan dalam skala nasional. Semoga semua rencana dimudahkanNya dan tak lama lagi buku kumpulan cerpen perdana Pop Urban bisa segera dirilis. Aamin.


Sunday, June 23, 2013

[Buku diFilmkan] Nonton Bareng Film Refrain

Saya sedang bahagia. Tak pernah terpikirkan oleh saya bahwa saya akan mendapat kesempatan langka bergabung dengan beberapa penulis top Gagas Media dan tentu saja Winna Efendi dalam acara Nonton Bareng Film Refrain yang diadakan Gagas Media, Minggu, 23 Juni 2013, pukul 14.30 WIB, di Pejaten Village. Awalnya saya sekadar mencandai @Winnaddict (penggemar karya-karya Winna di twitter) dengan bertanya 'bisa-nggak-ya-saya-ikutan-nonbar-tanpa-ikutan-kuis'. Hehehe, namanya #nyamber di status @Winnaddict ya saya tak meniatkan yang lain, apa lagi jika berkesan merengek minta-minta. Tidak. Tapi, kemudian tak dinyana Winna malah menawarkan satu tiket untuk ikutan nonton bareng Film Refrain itu kepada saya. Wahhhh, girang bukan kepalang donk saya.


Ahhh, saya sudah menggemari tulisan-tulisan Winna sejak membaca Ai dan Refrain. Jadi, sebenarnya saya sudah meniatkan akan menonton film ini jauh-jauh hari bahkan sebelum ada kepastian tanggal pemutaran filmnya (baru ketahuan sebagai proyek filmisasi). Saya pun tidak mengikuti kuis nonton barengnya karena saya pikir nonton barengnya ya sekadar nonton saja, tidak ada acara after the show. Ternyata ada Meet and Greet bareng Winna Efendi dan Haqi Achmad selepas acara nonton. Saya jadi mupeng. Tapi, tetap saya tak ikutan kuis, karena saya sendiri pesimis bisa menang di kuis-kuis seperti itu, hehehe. Namun, ya seperti kata almarhumah Ibu saya, kalau rezeki ya ndak ke mana dan ya ndak usah ditolak. Saya pun menerima dengan sepenuh hati tawaran Winna. Alhamdulillah, akhirnya dikirimin juga undangannya oleh Tim Gagas Media.




Kamu sudah nonton? Kalau belum, yukk nonton. Saya selalu suka menonton film adaptasi dari buku. Apalagi kalau itu dari buku yang saya gemari. Semangat menontonnya itu bisa beberapa kali lipat labih banyak dari film biasa-non-adaptasi.

Sekali lagi, terima kasih yang tiada terkira saya sampaikan kepada Winna Efendi dan Gagas Media yang sudah memberikan kesempatan untuk ikutan di acara nonton bareng Film Refrain besok (eh, hari ini yaaa....sekarang kan udah hari Minggu).

Selamat menonton!

Saturday, January 5, 2013

[Curhat] Awali tahun baru dengan... BELANJA BUKU!

Hadehh, semestinya ya, tahun baru itu dimulai dengan semangat baru untuk menuntaskan tumpukan buku dengan membacanya, lalu menuliskan reviunya. Lha, ini, saya malah masih dengan semangat lama. BELANJA BUKU! *nggelosor di kolong tempat tidur*

Gegara ini nih: Pesta Buku Murah, yang bikin mupeng dengan tagline-nya. Diskon Gila-gilaan Mulai Dari 40%. *ngences*


Jadi, hari ini, 5 Januari 2013, bisa dibilang hari pertama penyelenggaraan event ini, saya sudah keluyuran ke sana. Dan...yahhh...seperti biasa, hasrat menahan godaan tentu saja hanya sekadar niat yang terikat tali tipis. Gerak dikit talinya pun putus. Belanja pun tak lagi tertangguhkan. Ini dia oleh-oleh dari Pesta Buku Murah 2013 hari pertama.

Monday, December 17, 2012

Seseruan: Film Pendek "Fresh to Move On" by Joko Anwar

Well, setelah semingguan kerja lalu putus-sambung baca beberapa novel rasanya pengin refreshing deh. Berencana menonton film The Hobbit atau 5cm tapi belum ada tambahan niat yang bisa menggerakkan kaki saya untuk melangkah ke bioskop. Yahhhh, jadilah saya nge-youtube. Plus, saya dapat tautan film pendek terbaru karya Joko Anwar berikut dari tweet-nya Ika Natassa. Dan, saya suka. Hahahaha. Sumpah, KOCAK! Tonton deh. Ngingetin saya pada Janji Joni, salah satu film Indonesia favorit saya [yang juga disutradarai oleh Joko Anwar].




Ups...masak ada line begini di dialognya:

"Baca!"
"I don't read physical book."
"Gue udah nyari pdf-nya tapi gak nemu. Ini aja ya. Read, Lana."

Saya cinta dua-duanya donk. Buku cetak maupun buku elektronik. *peluk erat iPad*


Oiya, ini dia 7 tips move on dari film pendek ini:
#1 Ganti nama [mantan] pacar di semua contact list.
#2 Spending time dengan orang yang sama sekali nggak into romance.
#3 Jangan pernah lihat social media [mantan] pacar.
#4 Nggak boleh pergi ke tempat-tempat yang pernah didatengin bareng [mantan] pacar dulu.
#5 Lakuin semua hal yang dulu dilarang [mantan] pacar.
#6 Nge-date [lagi].
#7 Rekonsiliasi: temuin [mantan] pacar dan mulai hubungan pertemanan yang baru.

Friday, November 16, 2012

Puasa Reviu, Belanja Buku Mulu...

Huuuuuuuu....pembaca macam apa saya ini. Hobinya kok ya nimbun buku mulu-doank. Entah sampai kapan saya bisa menghabiskan timbunan buku yang sudah menyita ruang gerak di kosan sempit-nan-murah-meriah saya itu. Berikrar puasa, tapi selalu ada alasan untuk mokel (membatalkan puasa). Besok dan lusa pun sudah menjadwalkan diri untuk melancong ke Indonesia Book Fair 2012, hadehhhhh.....ampunnnn Dijeeeeee.....


Nahhhh, hari ini pun saya sudah keluyuran ke beberapa toko buku gegara promo yang digeber oleh mereka beberapa waktu ini melalui jejaring sosial Twitter. Dan, lagi-lagi saya hanya terjebak rasa penasaran saya pribadi. Nyatanya, promo tersebut tak benar-benar menggiurkan sebagaimana 140 karakter iklan yang diocehkan sang empunya akun. Tapi, teteppppp...ada saja yang dicomot. Berikut beberapa di antaranya, disusun berdasarkan kronologi kunjungan, hahahaha....

1. Inside the Mind of Gideon Rayburn by Sarah Miller (ini sih koleksi buat blog sebelah, http://lovebooksomuch.blogspot.com)


2. ak.sa.ra Annual Sale 2012 (nggak beli apa-apa, hehehe...diskon sih, up to 70%, tapi dari harga sekitaran 180k, tetep saja mahal, apalagi hanya selected item, kirain semua buku #ngarep, nggak nyari info dulu sih pas berangkat tadi)



3. Rabithah Cinta by Afifah Afra, Bu Tien by Arwan Tuti Artha, dan Criss Cross by Lynne Rae Perkins. Nggak tahu kenapa, saya ngefans sama Almh. Ibu Tien Soeharto.



4. Roman Orang Metropolitan by Threes Amir (akhirnya nyoba baca lagi metropop seri setengah fiksi ini) dan The Book of MaxiStyle (hiyaaaaaa...harganya saja cuman 3k, ya sudahlah, comot saja, hehehe)


Hey, selamat membaca, kamu....

Thursday, August 2, 2012

[Curhat] Video Klip OST Perahu Kertas by Maudy Ayunda

Meskipun merasa sebagaimana banyak kawan-kawan di Goodreads, bahwa novel Perahu Kertas berisi terlalu banyak kebetulan, pun dengan temanya yang cheesy bagi seorang Dewi "Dee" Lestari yang kesohor lewat novel fenomenal Supernova, saya tak bisa membohongi diri sendiri bahwa saya menyukai Perahu Kertas. Sangat suka, sebenarnya. Dan, berbahagia sekali ketika mendengar novel ini akan difilmkan. Sekarang filmnya tinggal menunggu waktu untuk rilis. Nah, sambil menunggu, tidak ada salahnya jika kita menikmati semilir syahdu lagu pengiring utama untuk film Perahu Kertas. Berjudul sama dengan filmnya, lagu ini diciptakan oleh Dee dan dibawakan dengan cukup apik oleh Maudy Ayunda. Silakan disimak video klip dari lagu tersebut berikut ini.



Lirik:
Hei, Neptunus, dewa lautku...
Apa kabar?
Aku mau cerita sesuatu nih...



Perahu kertasku kan melaju membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila, tapi ini adanya
Perahu kertas mengingatkanku, betapa ajaib hidup ini
Mencari-cari tambatan hati, kau sahabatku sendiri..


Hidupkan lagi mimpi-mimpi (cinta-cinta) cita-cita (cinta-cinta)
Yang lama kupendam sendiri, berdua kubisa percaya..


Kubahagia, kau telah terlahir di dunia
dan kau ada di antara miliaran manusia
dan kubisa dengan radarku menemukanmu



Tiada lagi yang mampu berdiri
Halangi rasaku, cintaku padamu
So sweeetttt....suka banget dengan lirik pada bagian chorus-nya. Dalem banget meski dengan kalimat sesederhana itu. Suka!

Thursday, July 12, 2012

[Curhat] Tren Buku Gramedia dan Gagas Media

Okehhh...saya bukan mendadak menjadi seorang ahli pengamat tren perbukuan. Hanya saja, tetiba saya mengalami 'serangan fajar' untuk menuliskan salah satu pengalaman saya yang, hmmm, agak kurang mengenakkan sebenarnya. Apakah itu? Membeli buku baru yang ternyata adalah buku lama yang sudah saya punyai! Kenapa bisa begitu? Karena Gramedia saat ini memang sedang menyukai menerbitkan buku lama yang didandani dengan sampul baru.

Fiuhhh, saya sampai memaki-maki diri sendiri karena keteledoran itu. Bukan salah penerbit donk ya, yang memang ingin menerbitkan ulang buku-buku best seller di katalog mereka dengan format sampul baru. Hak mereka. Sayalah di sini yang memang kurang teliti. Begitu melihat buku terpajang di rak "New Arrival" dengan cetakan nama penulis yang begitu saya gandrungi, tangan tak bisa diam saja dan langsung mencomot buku itu. Tentu saja saya sempat menyensornya sebentar, tapi apa daya, ingatan tua saya tak lagi mampu mengeruk memori akan judul novel yang saya ambil itu yang ternyata sudah saya miliki. Duh!


Saya sampai meratapi nasib lho, "Kok bisa saya ketipu, begini!" Etapi, ini perasaan saya saja, ya. Saya memang fans Ken Terate *no-doubt* tapi saya memang bukan tipe fans yang akan-membeli-apapun-dari-sang-idola-termasuk-produk-daur-ulang. Saya sih merasa, cukup dengan mengoleksi satu saja karya sang penulis, toh isinya tak berbeda. Jadi, buat teman yang memang hobi ngumpulin karya idola apa pun termasuk produk sampul baru, saya sama sekali tidak hendak menyindir. Suweerrrr.

Kebetulan saya hanya sedang 'iseng' mengamati kegemaran baru Gramedia yaitu menerbitkan ulang dengan sampul baru pada buku-buku koleksi best-sellernya. Tidak hanya di kasus teenlit favorit saya di atas, beberapa teenlit (kebanyakan teenlit, dan buku-buku John Grisham, dan buku-buku Agatha Christie, dan buku-bukunya....hmmm, siapa lagi, ya?) yang sedang diterbitkan ulang dengan sampul baru. Semisal yang berikut ini:



Nah, khusus teenlit yang diterbitkan ulang, sebenarnya gampang dikenali kok, sepertinya logo 8th: Elo, Gue, Baca Teenlit GPU! itu yang menjadi penunjuk bahwa teenlit tersebut sudah pernah terbit. Sedangkan untuk buku lain, semisal karya John Grisham atau metropop karya Alberthiene Endah, tidak ada penunjuk bahwa itu buku lama yang diterbitkan ulang.

Okay, sedangkan tren yang sedang ada di Gagas Media lain lagi. Tren yang ini juga tak jauh dari sampul novel-novel terbitan Gagas. Oiya, tren Gagas yang terbaru juga adalah adanya nulis bareng alias duet di antara sesama penulis yang sudah lama malang melintang menerbitkan buku-bukunya di Gagas, sebut saja Orizuka, Nina Ardianti, Sefryana Khairil, Christian Simamora, Ollie, Winna Efendi, dan masih banyak yang lainnya. Saya patut mengacungi jempol pada tim kreatif Gagas. Ide-ide dalam penerbitan bukunya luar biasa. Terkadang tak pernah terlintas dalam benak, tetiba sudah meluncur saja ide tersebut dalam novel-novel terbitannya.

Nah, menyangkut tren dalam hal sampul buku, Gagas sedang menggemari menerbitkan novel dengan sampul "posisi-tidur" alias landscape. Sebenarnya ciri khas ini juga baru diterapkan pada novel-novel dalam GagasDuet yang diterbitkan, seperti beberapa di bawah ini:





Dalam banyak hal, memang tak perlu lagi diragukan kemampuan tim kreatif sampul buku di Gagas, ya? Tak heran juga, jika pada gelaran Anugerah Pembaca Indonesia - Festival Pembaca Indonesia 2011 kemarin cukup banyak sampul buku dari Gagas yang masuk nominasi dan akhirnya pemenangnya pun dari Gagas Media.

Tren lain yang menarik untuk disimak dari Gagas, dan penerbit lain di group yang sama, adalah judul satu katanya. Yahh, entah disengaja entah tidak, ya. Tapi saya melihatnya unik.


Hmm, bagi saya, dunia perbukuan pun memiliki tren tersendiri. Tentu saja, ini tak lepas dari kata industri yang disandangnya dunia perbukuan. Di mana pun, pada industri apa pun, tren itu memang diperlukan untuk tetap menjaga minat pelaku industri untuk melakukan transaksi. Iya, kan?

#IjulYangLagiSotoy

Saturday, June 30, 2012

Saatnya Bersantai dan Mengerjakan "PR"

*exhale-inhale...exhale-inhale....exhale-inhale*

Saya tidak sedang latihan pernapasan untuk persiapan melahirkan bayi [TENTU SAJA TIDAK! saya kan cowok, hehehe], saya pun sedang tidak berlatih angkat beban di gym [masihhhh belum juga berani ngedaftar nge-gym nih, padahal perut sudah berlemak]...anyway, saya sedang curhat tentang PR baca buku yang menumpuk tak terkendali. Dan, PR untuk mengelola blog ini. Fiuuhhhhh..... *lap-keringet*


1. Posting Serba-Penulis-Bulan-Ini
Seharusnya, artikel-artikel tentang Penulis Bulan Ini sudah saya mulai sejak bulan Juni, namun dikarenakan satu dan lain hal, rubrik ini belum juga saya realisasikan. Sehubungan dengan hal itu, maka baru mulai bulan Juli 2012 ini, postingan terkait rubrik ini akan saya usahakan dapat terwujudkan dengan baik. Oiya, berhubung Juni gagal, maka penulis Rina Suryakusuma tetap akan saya pilih sebagai Penulis Bulan Ini untuk bulan Juli 2012.

2. Membaca dan Mereviu Novel Pengantin Surga
Terima kasih untuk Mbak Truly Rudiono dan Penerbit Dolphin yang memasukkan nama saya ke dalam daftar penerima novel Pengantin Surga. Novelnya sudah saya terima dengan selamat dan siap untuk dibaca dan diresensi.


3. Membaca dan Mereviu Novel Fleur karya Fenny Wong
Sebenarnya, saya sudah membaca novel ini ketika masih berupa draft sebelum diterbitkan. Nah, setelah diterbitkan saya mendapat kiriman novel Fleur langsung dari Fenny Wong. Semoga di bulan Juli 2012, buku ini juga bisa saya baca dan saya reviu.



4. Another Giveaway...
Ketika beberapa kali berkunjung ke Pesta Buku Jakarta 2012 dan berbagi informasi buku-buku seru dengan teman-teman di twitter, @fiksimetropop, ternyata banyak sekali yang masih belum membaca salah satu novel metropop favorit saya, Four Seasons in Belgium karya Fanny Hartanti. Nah, karena itu, dalam suatu waktu di bulan Juli 2012 ini, saya akan mengadakan giveaway lagi dengan hadiah novel tersebut, plus novel Seoulmate.com karya Jessica Huwae. Eh, tapi, kedua novelnya itu adalah novel second-hand alias sudah tidak baru yaaa...


Hmmm, itu dulu deh PR yang akan saya selesaikan. Kalau dibanyak-banyakin nanti malah tak selesai lagi PR-nya yaaa...

Okay, tetap membaca ya temannn.....